Surat Untuk Ayah
Lembayung mengeluarkan bungkusan besar berwarna pelangi dari dalam tasnya, menengok ke kanan dan ke kiri jika ada orang yang dia kenal akan membuat jatuh harga dirinya. Hal yang membuatnya mendongkol hanyalah wajah kesal dengan tatapan tajam yang menusuk milik putri sulungnya. Lembayung melihat wujud dirinya yang kaya akan angan-angan dan harapan. Namun itu dulu jauh dari masanya namun dunia memberi lebih kepadanya.
Kedua bocah itu tampak sangat gembira menerima sebungkus makanan yang jauh dari kata mewan dan mahal. Namun mereka terlalu lugu untuk memahami semuanya, jika ibunya sudah berbeda dari harapan masa kanak-kanak mereka. Lembayung membeli asal dan dengan target lima puluh ribu segala bentuk jajanan yang kurang baik terhadap kesehatan. Keduanya berebutan memilih apa yang akan mereka makan terlebih dahulu.
Keributan kecil berujung suara jeritan tangis salah seorang dari bocah tersebut, akibat kesal mendengar tangisan adiknya sang kakak melempar bungkusan snak tadi kearah mobil mewah yang tadi mengantarkan mereka berdua. Karena makanan dilempar mendadak, plastiknya bocor dan berhampuran keluarnya seluruh isianya. Pada saat makanan kecil itu menyentuh tanah, bola mata Asih membulat dan alisnya terangkat ke atas.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
