Surat Untuk Ayah
Ketiganya masuk ke kamar khusus yang terletak di luar rumah utama dan jauh dari pemantauan yang punya rumah. Mereka mengunci semua akses masuk yang akan menjadikan keamanan mereka terancam. Cempaka masih gemetaran saat mereka selesai mengecek segalanya maka tubuh gadis cilik itu ambruk ke lantai. Jelas tekanan mental membuat fisik mereka sangat lelah dan drop, Cempaka menuangkan air minium dan memberikan ruang kepada dirinya sendiri dan adik-adiknya untuk meminumnya guna mengembalikan kadar oksigen yang hilang sehingga menimbulkan kelelahan permanen.
Akibat ketakutan dan kegiatan lain yang dilakukan, adik kembar makhirnya tertidur, mereka kelihatan masih bertanya-tanya kenapa harus begini. Namun belum berapa lama kembar tertidur dan suara ketokkan tadi yang terdengar tadi di rumah utama kini menyerang rumah orang lain hal ini menandakan ada sesuatu yang mengikuti mereka sampai ke rumah. Cempaka hanya mampu menekan rasa sedihnya sendiri, bersama kenangan masa lalu dan ibu mereka.
Cempaka sadar betul jika keputusannya bersikap biasa minimal akan meyelamatkan adik kembar mereka yang sangat merindukan kakeknya. Keterbatasan waktu akhirnya membawa mereka bertiga terlelap, menikmati indah dan nyamannya gubuk reyot mereka. Cempaka kaget bagun sewaktu terdengar suara kakaknya yang membangunkan, guna menjamu makan tamu degan nuasa makanan tradisional yang kental sehingga dapat menjadikan mental mereka bagus.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
