Surat Untuk Ayah
Spontan dirinya berlari untuk dapat mengejar laki-laki itu, hatinya masih kesal terhadap perlakuan yang diterima dari suaminya. Rencana yang telah disusun matang kini tak akan ada gunanya lagi, semua sudah ketahuan dan suaminya telah memerintahkan semua orang untuk melarang dirinya masuk ke rumah mewah. Dan yang paling parah adalah semua aset dan sumber kehidupannya telah ditarik sementara surat pernyataan mereka telah berpisah selesai di urus oleh suaminya.
Maka salah satu cara baginya untuk dapat kembali ke dalam rumah mewah itu adalah dengan mengambil hati suaminya. Secara tak sengaja dirinya mengetahui alasan suaminya mengambil gubuk dan tanah peninggalan mantannya karena hasil tambang yang tersembunyi di dalam tanah tempat gubuk itu berdiri kali ini tujuannya menemui mantan adalah meminta kemurahan hatinya untuk memberikan surat tanah yang dulu pernah diperlihatkan kepadanya.
Sementara orang yang susah payah dia cari malah memanfaarkan kondisi tanah dan dirinya yang telah familiar dengan lokasi untuk menjauh. Laki-laki yang baik itu telah diubahnya menjadi laki-laki yang sensitif dan pemarah. Setelah lebih dua minggu menitipkan uang belanja kebutuhan hidup kepada saudaranya maka laki-laki itu membebaskan dirinya dari segala urusan bermasyarakat. Kembali menenggelamkan dirinya pada dunianya agar dapat melupakan kasih setianya kepada wanita yang kini mendesaknya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
