Surat Untuk Ayah
Laki-laki itu akhirnya mencapai tempat yang diinginkannya dan tak akan ada yang mampu menghampirinya sampai ke tempat tersebut. Namun kali in prediksinya jauh meleset, mantan istrinya terus membayangi hingga ke puncak. Tempat yang indah dan merupakan bagian favoritnya saat masih muda dahulu, kekuatan wanita itu cukup mengimbangi kekuatan suaminya. Mereka kali ini membahas tentang tanah beserta harta yang terpendamnya, rumah dan status mereka.
Wanita itu masih cantik dengan tampilan yang menarik, sebagai makhluk Tuhan fisiknya sangat sempurna. Namun sayangnya dia mengetahui kelebihannya tersebut lalu memanfaatkan untuk menarik laki-laki tua namun kaya raya. Hati dan harga dirinya sangat terluka karena pilihan wanita tersebut, akhir yang tragis dan mereka harus mengorbankan anak-anak. Dan saat ini dengan anggun dan angkuh bibirnya menuntut hak atas apa yang tak pantas dia perdebatkan.
Laki-laki itu hanya membalas dengan senyuman dan gelengan di kepalanya menandakan dirinya sangat kecewa atas putusan yang mereka perdebatkan. Wanita itu sangat marah sehingga dengan tiba-tiba menerjang ke depan bermaksud memukul laki-laki itu. Kaget dirinya menerima serangan tanpa basa basi, dirinya berupaya mencari tempat yang lebih luas baginya berdiri, namun sebelah kakinya terpeleset.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
