Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Surat Untuk Ayah

Surat Untuk Ayah

Suami ibu yang baru, demikian adiknya Cempaka memberi nama laki-laki sangar itu. Asih masih sepuluh tahun sekarang dan gadis cilik itu belum paham makna dari sebuah pertemuan. Takdir menyatakan lain, bahwa mereka akan mempunyai hubungan satu sama lain di masa depan. Asih masih terjaga dalam diamnya, di dalam kamar dirinya mencoba memejamkan mata. Sementara ketiga adiknya sudah hanyut dalam mimpi mereka masing-masing.

Asih memperhatikan ketiganya, wajah polos mereka yang sangat menajubkan saat tidur menenangkan hatinya yang telah lama gundah. Secara diam-diam dirinya menambahkan pada surat tersebut agar ayahnya dapat pulang dan berkumpul bersama mereka kembali walau tanpa ibu. Dirinya tak sanggup menanggung beban hati ketiga adiknya. Asih membelai rambut ketiganya secara bergantian, dadanya terasa sesak dan perlahan butiran hangat mengalir dari sudut matanya.

Asih segera menyeka matanya dengan punggung tangan saat mendengar pintu dibuka, dan ibunya telah berdiri menatap mereka dengan penampilan yang kusut. Asih kaget demikian juga dengan sang ibu, keduanya bertatapan dan gadis cilik itu terpekik namun segera menutup kedua mulutnya begitu lampu dinyalakan. Sekujur tubuh ibunya telah dipenuhi luka, darah segar mengalir dan jelas perempuan itu sangat kesal dan seperti hendak memakan mereka semuanya.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post