Surat Untuk Ayah
Pada waktu yang bersesuaian keduanya bertemu dengan terburu-buru Cempaka menceritakan apa yang telah dilihatnya serinci mungkin. Semua rasa yang dipendam akhirnya tertumpahkan juga, sampai kepada kejadian atau hal-hal kecil yang menurutnya tidak logis. Cempaka telah lama menaruh rasa tak percaya kepada paman dan bibinya. Keduanya dikenal bukan karena kebaikannya, adalah wajar jika mereka akhirnya menjadi korban juga meskipun telah banyak korban sebelumnya.
Asih kelihatan sangat shock begitu adiknya selesai bercerita, hatinya menjadi gulana sebab orang yang akan membantu mereka menyelesaikan permasalahan keluarga telah pergi. Pergi membawa beberapa uang yang mereka atau orang tua mereka titipkan dengan alasan keamanan dan kenyamanan. Uang yang cukup besar bagi mereka terlebih disaat tempat tinggal mereka menjadi taruhannya.Keduanya terdiam sesaat sambil memutar otak mereka untuk bisa bertemu ataupun menitip surat kepada sang ayah.
Setelah selesai jam pembelajaran siang itu mereka memutuskan untuk menemui ibu yang kini tak jauh keberadaanya dari mereka berempat. Ibu yang diharapkan dapat memberikan solusi terbaik kepada mereka. Rumah megah dengan pagar besi hitam yang sangat tinggi dibagian depan dan tembok tinggi juga mengelilinginya membuat tampilan bangunan bergaya modern tersebut menjadi tampil berbeda dengan bangunan lainnya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
