Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Surat Untuk Ayah

Surat Untuk Ayah

Malam berganti dan sang fajar seakan ingin memulai semuanya dari awal kembali, sementara kondisi Asih masih belum kondusif. Suhu tubuhnya masih tinggi dan gadis cilik tersebut lebih banyak melewatkan waktu dengan menggigau. Pelayan yang menjaganya tampak cemas dan selalu mengawal kondisi gadis cilik yang sedang menderita. Ada banyak hal yang dia bicarakan dalam tidurnya yang terlihat gelisah dan tak nyaman tersebut.

Laki-laki berwajah keras itu juga menyempatkan diri untuk memeriksa kondisi Asih dan adik-adiknya. Beberapa orang pelayan diminta untuk memberikan pelayanan terbaik untuk anak-anak tersebut. Hari itu mereka memilih tetap di rumah menjaga kakak tertua, ketiganya meminta hal tersebut dan hanya untuk satu hari saja. Mereka sangat cemas dengan kondisi Asih yang tampak tak membaik juga setealah mendapatkan perawatan.

Menjelang tengah hari mereka baru bernafas lega, Asih sudah bangun dan terlihat lebih segar setelah menyantap makan siangnya. Kakak beradik itu saling berpelukan memberikan semangat dan kekuatan satu sama lain. Mereka melepaskan segala rasa yang ada dalam hati masing-masing. Dan tak henti-hentinya memohon rasa syukur sebab sekarang mereka merasakan sedikit kenyamanan dan entah kapan akan berakhir.

Bersambung....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post