Surat Untuk Ayah
Jatuh dan menuju gravitasi bumi yang terdalam, dia merasakan setiap gesekan antara kulit di sekujur tubuhnya dengan bebatuan dan tanah sampai membentur sesuatu. Kau yang kuat tepatnya sebuah pohon besar yang menjadi saksi bisu dari tubuh yang nyaris mencapai bebatuan dan akan menjadi makanan dari dekomposer. Niat yang belum tersampaikan namun kabar baiknya adalah surat yang seharusnya dia berikan di awal telah tercecer.
Hati-hati sebuah tangan memungut kertas itu lalu membukanya, menelaah huruf demi huruf yang terlihat mulai kabur akibat cuaca. Perlahan air matanya menetes
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
