Surat Untuk Ayah
Seluruh persendiannya terasa nyerii sehingga tubuhnya tak bisa lagi di topang oleh kedua kakinya, Cempaka sangat kecewa mengingat mereka sangat mempercayai keduanya dan telah menyerahkan sejumlah uang agar dapat disimpan untuk membayar kebutuhan mereka. Cempaka tak dapat menahan rasa marahnya sehingga gadis itu menendang benda-benda yang di temui di dalam rumah tersebut. Saat menendang salah satu botol, Cempaka melihat botol yang dia tendang pecah saat mengenai kaki kursi.
Cempaka melihat botol kecap itu berisi kertas-kertas yang digulung, maka gadis cilik itu memungutnya dan jelas dirinya kaget sewaktu membaca tulisan yang ada pada kertas-kertas di dalam botol tersebut. Cempaka mengenali tulisan itu adalah milik sang ayah, dan dengan terburu-buru Cempaka membaca semua. Setelah membaca semuanya gadis itu hanya terdiam dan terduduk ke tanah, jadi selama ini ayah mereka tak pernah mengirimkan uang untuk kelangsungan hidup mereka.
Gadis itu mengumpulkan keberaniannya untuk melangkahkan kaki untuk menemui kakaknya agar dapat berbagi kenyataan yang akan terasa pahit bagi mereka. Janji yang sudah dibuat kini tak tahu bagaimana penyelesaiannya, mereka akan kehilangan segalnya. Bahkan yang terburuk mereka akan hidup terpisah karena warga yang sepakat untuk mengantarkan mereka ke panti asuhan supaya ada pihak-pihak yang mengurus keempat bersaudara tersebut.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
