Jalan Untuk Pulang
Bagas menggerakkan jari kelingking kanannya tiga kali, keempat teman yang lain adalah pejuang terdepan dengan kemampuan bela diri yang hebat. Mereka anak-anak dari golongan bawah yang tumbuh dalam kekerasan. Kota yang ramah telah lama mati, menyisakan kanak-kanak dan pemuda yang di dominansi oleh perempuan. Mereka bertahan karena memiliki ibu dan saudara perempuan yang kerap menjadi mangsa penjahat seperti Big G.
Mereka melihat bagaimana anak kecil itu menyantap hidangan yang diberikan padanya, jelas dia sangat menderita dalam kelaparan yang panjang. Orang-orang yang menyaksikan hal itu tertawa terbahak-bahak seolah-olah menyukai kemelaratannya. Kadang ada yang berbuat jahat dengan sengaja memasukkan racun dosis rendah atau makanan busuk untuk mereka makan. Makanan seperti itu akan membuat kanak-kanak muntah, sakit perut hingga berhari-hari.
Bagas terus mengawasi pergerakan pengawal yang mulai menghadirkan satu persatu tawanan yang mereka kurung di gudang tersebut. Semuanya adalah perempuan dan anak-anak, perempuan dewasa akan mereka jual sedangkan anak-anak akan dijadikan permainan, tubal hingga pemenuhan penyimpangan pada orang dewasa. Tubuh tawanan akan selalu bersih dan wangi, mereka juga memakai pakaian bagus untuk menarik orang-orang menyimpang.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
