Jalan Untuk Pulang
Anak laki-laki yang pemberani dan penyanyang pada keluarga tersebut dengan menggunakan banyak pertimbangan akhirnya menyerah. Dirinya secara kekeluargaan akan mendapatkan perlawanan dari bukan saja orang awam namun juga keluarga besarnya yang sudah menganggap mereka hina. Sejak ibunya sakit-sakitan dan sang ayah meninggalkan mereka untuk selamnya segala penghidupan dan harapan adalah milik mereka sendiri.
Bagas bergaul dengan preman-preman di kampung demi keamanan dia dan kakaknya berjualan, tentunya tidak semua orang akan senang dengan perihal tersebut. Banyak dari mereka membicarakan keputusannya itu dibelakang, namun dirinya tidak merasa terganggu atau takut akan hak orang lain membicarakan kehidupan mereka, Bagas hanya tersenyum dan hatinya akan lega jika mengetahui saudaranya lebih bisa menjaga dirinya.
Kakak perempuannya belajar ilmu bela diri dengan tekun, sekedar gerakkan pertahanan terhadap serangan orang jahat. Dan selama ini semuanya membaik jualan kakaknya selalu laris manis dan dia dapat bersekolah dengan nyaman. Kakak juga akan melanjutkan pendidikannya, namun dirinya menjadi prioritas. Bagas melihat seperti apa kesulitan yang akan mengahadang maka dirinya memilih membantu dengan menjadi yang terbaik.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
