Jalan Untuk Pulang
Darna menghitung jumlah pisang goreng yang masih ada di dalam kotak jualannya, ada lima potong lagi. Darna memilih menghabiskan lima belas menit lagi untuk berdiri di depan ruko itu dengan harapan jualannya akan habis seperti hari-hari biasanya. Sebenarnya tubuhnya sudah meminta pulang sejak setengah jam yang lalu, namun hatinya terus menolak dengan alasan pisang goreng yang tersisa. Sebenarnya ada alasan lain yang membuatnya malas untuk pulang lebih awal.
Darna sesekali melirik jam tangan tua peninggalan ayahnya, satu-satunya benda peninggalan sang ayah yang senantiasa di bawa kemana pun Darna pergi. Jam tangan itu juga sudah lebih dari lima kali menyelamatkannya dari kecelakaan. Darna sangat menyanyangi benda itu meskipun tak akan sesuai dengan setelannya nanti malam. Malam ini Sandi teman sekaligus sahabat dekatnya akan berulang tahun dan Darna diundang merayakannya di rumah mewah keluarga besar mereka.
Sandi sendiri malah meninggalkan sejumlah uang di dalam kotak pakaiannya yang telah dipersiapkan juga oleh temannya tersebut. Beruntungnya Darna karena memiliki sahabat sebaik Sandi dan Yolan, keduanya selalu mendukung dirinya agar mampu menengadahkan kepala dan bangga pada dirinya sendiri. Dan usaha mereka akhirnya berhasil. Darna mendapatkan kepercayaan mengelola sejumlah uang yang dia kembangkan untuk berjualan camilan seperti goreng pisang saat ini.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
