Surat Untuk Ayah
Awalnya paman baik hati tak percaya namun setelah penjelasan diiringi bukti-bukti akhirnya paman baik hati dapat menerimanya. Anak-anak yang merindukan kasih sayang itu mencoba segala cara untuk menyakinkan paman baik hati mereka agar amarah dan rasa kecewanya terobati. Mereka bersama-sama memeriksa ulang gubuk tersebut berharap menemukan surat atau bukti-bukti yang dirasakan dapat meredakan suasana yang sedikit berubah diantara mereka.
Setelah beberapa menit berlalu dengan sia-sia, mereka merasa kelelahan dan memilih menyerah. Selama istirahat berlangsung mereka dikagetkan dengan datangnya dua orang yang sangat mereka sayangi. Asih merasa tenang saat ayahnya mendekat, keempat anak-anak berhamburan memeluk ayah mereka yang telah lama meninggalkan mereka. Jelas kebahagian terpancar di wajah anak-anak karena melihat ayah yang sehat dan datang beriringan dengan ibu mereka.
Keluarga yang bahagia terpajang di depan mata mereka, kembali bersama mengarungi kehidupan walaupun susah tak akan menjadi persoalan. Harapan anak-anak tampaknya tak akan terkabul karena ketiganya terlibat hubungan yang sulit, akhirnya mereka merasa hampa dengan kondisi demikian. Namun ketiga orang dewasa tersebut mencoba bersikap normal dan bertindak sewajar mungkin jika dibutuhkan demi kenyamanan anak-anak.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
