Surat Untuk Ayah
Mereka pergi tidak terlalu jauh dari desa asal, namun tempat yang harus dituju sebelumnya adalah gubuk tempat mereka tinggal dahulu. Mereka akhirnya mengetahui semua fakta yang tersimpan dalam kenangan dan harapan masa depan. Asih mencoba mempercayai setiap kalimat yang diurai menjadi fakta yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak diusia mereka. Paman baik hati menawarkan gubuk dan berikut tanahnya.
Asih menyakinkan jika mereka tidak mengetahui dimana sertifikat tanah tersebut berada, adapun Asih merasa gubuk itu tidak berarti. Gadis cilik itu meminta agar paman baik hati bersabar dan mengizinkan dirinya bertemu terlebih dahulu dengan ayah atau ibu mereka agar mendapatkan apa yang menjadi persetujuan tersebut. Ketiga adiknya yang lain tampak asik mengintari gubuk untuk melihat kondisi hunian mereka setelah lama ditinggalkan.
Paman baik hati kelihatan ragu-ragu untuk memenuhi persyaratan Asih, akan tetapi gadis itu mencoba menyakinkan pamannya. Dia yakin ayah dan ibunya tidak akan melarang dirinya menjual atau emberikan tempat hunian berikut tanahnya kepada paman mereka sendiri. Walaupun Asih belum mengetahui alasan pasti kenapa pamannya sangat tertarik dengan gubuk dan tanah tersebut. Beberpa kali paman baik hati memintanya menyerahkan sertifikat, namun gadis itu mengakui tak mengetahui keberadaannya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
