Jalan Untuk Pulang
Perjalanan yang mereka pilih tidak seperti biasa atau layaknya orang biasa, beberapa informan mengatakan perjalan siang hari akan memakan banyak waktu dan melenyapkan kenyamanan. Awalnya mereka tidak percaya akan tetapi pada akhirnya menjadi yakin jika semuanya berdampak buruk bagi keselamatan wanita hamil yang ikut bersama mereka. Bagas dan teman-temannya sengaja melengkapi semua peralatan berikut tandu yang akan membawa Darna.
Darna juga tak mau kalah mempersiapkan dirinya sendiri secara fisik dan batin, namun dengan berat hati terpaksa berpisah dengan nenek tabib dan ibu bidan terbaik yang sudah banyak membantu dirinya. Bahkan ketika dirinya mengatakan akan pergi keduanya melengkapi dirinya dengan atribut pelindung hasil buatan tangan mereka sendiri. Perlengkapan bayi juga ada dengan pernak pernik yang sederhana namun dikerjakan dengan tulus.
Bagas mengatur semua setelah malam tiba bersama-sama mereka akan berangkat ke pinggiran desa bertemu dengan pemandu yang akan menyelamatkan diri mereka nanti. Suara deru mesin pabrik dan asap hitam yang menjadi asal polusi tetap mewarnai kota tersebut. Mereka menarik masker dan memasang sarung tangan agar tak satu orang pun terbebani oleh kelemahan masing-masing dan akan menimbulkan bencana. Hanya ibu hamil yang memakai mantel berbulu panjang yang menjulai sampai ke tanah, siap berjalan menelusuri kelamnya malam.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
