Jalan Untuk Pulang
Perempuan muda itu mengelus perutnya dengan senyum yang mengembang membuat dua lesung pipinya merona menambah manis penampilannya. Perempuan muda yang sedang hanyut dalam kebahagian menanti malaikat kecilnya hadir tidak menyadari kehadiran anak-anak muda yang memandangnya takjub dan penuh kerinduan. Hari yang cerah diiringi suara nyanyian merdu burung-burung serta suara angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat suasana semakin khidmat.
Tak terasa butiran-butiran bening mengalir di sela-sela pagi yang damai, ada rasa bahagia karena telah melihat saudaranya kembali. Karena janji suci sebelum kepergian sang ibu adalah amanat yang harus dijalankan agar dirinya dilimpahi keberkatan dalam kehidupannya yang keras. Bagas menghapus air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangannya. Rasa baagia karena informasi yang didapat dengan sebuah nilai akhirnya berbuah.
Namun disisi lain hatinya menjerit marah dan murka melihat kondisi kakak perempuannya yang tengah mengandung padahal belum pada usianya. Dia ingin bertanya pada kakaknya nanti siapa yang telah membuatnya seperti itu, apakah kejadian waktu itu tidak berhasil diungkap polisi atau bagaimana. Bagas berjalan masuk kebagian dalam pekarang rumah mungil itu dengan percaya diri memeluk kakaknya dari belakang, akan tetapi pelukan tersebut mendorong kembali tubuhnya kebawah.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
