Jalan Untuk Pulang
Mereka berjalan siang dan malam, sesekali berhenti untuk istirahat dan makan. Makan apa saja yang mereka temui dalam perjalan, beruntung Darna alias Wulan membawa satu set perbumbuan yang sudah dia persiapkan serapi dan komplit. Beberapa rempah-rempah juga ikut dalam perjalanan kali ini, tak luput herbal mujarab dan sangat urjent juga disediakan pada perjalan panjang. Mereka benar-benar waspada dan siap menunggu dikomentari.
Darna tidak dalam kondisi tubuh yang baik, calon ibu terlihat sangat lemah dan perjalanan akan berlanjut sampai tiga hari ke depan. Mereka berhenti di distrik kelima dimana pertanian menjadi andalan warga sekitar. Gotong royongmenjadi ciri khas warga, bahkan sampai kepada hal sederhana namun pribadi menjadikan alasan bagi mereka untuk terus berusaha sampai di distrik kelima yang terkenal angker dan kotor. Distrik itu dulunya penghasil emas dan berlian akan tetapi semuanya diambil dengan serakah hingga tak tersisa sama sekali.
Setelah dua hari satu malam perjalanan, Darna alias Wulan sudah berada pada puncak pertahanan yang menyebabkan kakinya keram dan kaki malang itu menolak untuk digunakan. Mereka memutuskan berhenti dan menginap di salah satu rumah warga yang dahulunya sangat asri karena penuh dengan berbagai tanaman buah pada pot-pot bunga. Setelah dua hari beristirahat akan lanjut ke perjalalan berikutnya, cukup dua atau satu macam yang ditanam dengan hasil yang optimal.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
