Jalan Untuk Pulang
Matahari bersinar terik seakan hendak membakar seluruh makhluk yang ada dimuka bumi, sekalian membawa pesan pada makhluknya jika alam tidak baik-baik saja. Bagas tiba lebih lambat dua jam dari perkiraan waktu yang diharapkan. Rekan lama yang diminta menunggu di terminal bus diharapkan masih betah menunggu kedatangan bus yang membawa Bagas dan empat rekan lain yang sengaja kembali dengan menggunakan akses transportasi umum.
Mereka berlima memutuskan kembali ke daerah tandus yang terpolusi tingkat tinggi tersebut untuk menghindari konflik yang lebih besar di kota lama. Sepak terjang kelima pemuda itu telah diakui sangat profesional dan mendapat pengakuan dari rekan maupun lawan-lawan mereka. Kehidupan telah merubah watak Bagas sepenuhnya, kerasnya kebutuhan hidup membentuk kepribadian Bagas menjadi lebih kuat. Pemuda itu sekarang menjadi kuat dan dewasa dalam mengatasi persoalan hidup yang mendera.
Kelima pemuda itu disambut oleh perantara yang cukup mengetahui seluk beluk daerah yang terdeteksi menjadi tempat tinggal Darna. Laki-laki bertubuh tambun dengan warna kulit gelap dan susunan gigi yang tidak rata berwarna kekuningan terlihat menyeringai. Bagas dan keempat temannya terlihat cukup mengenal orang tersebut, pemain lama yang dahulu pernah bekerja sebagai kurir pada Bagas. Keenam orang tersebut tampak menuju lokasi yang sudah teridentifikasi terhadap keberadaan Darna.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
