Jalan Untuk Pulang
Wulan secara fisik terlalu muda untuk menjadi seoarang ibu, tubuhnya yang kurus dan panggulnya terlalu kecil. Gadis itu baru menanjak remaja dan kondisinya belum siap, mereka sangat prihatin akan tetapi rasa itu hanya dapat disimpan rapi di dalam hati mereka. Kepada Wulan mereka memberikan bimbingan dan arahan yang mudah dimengerti. Meskipun dalam sadarnya gadis itu mulai menerima kondisinya namun tubuhnya tetap menunjukkan penolakan.
Sementara Wulan menjalani kehidupannya yang sedih, di tempat lain Bagas dan ibunya memulai kehidupan baru dalam kehampaan akibat luka kehilangan Darna. Kondisi ibu yang sakit-sakitan dan keputusan Bagas untuk memulai kembali dari nol dengan mengganti identitas mereka seluruhnya. Hatinya terus berkata jika kakak perempuannya masih hidup dan tengah membutuhkan dirinya. Namun apa daya bagi pemuda itu keselamatan ibunya jauh lebih penting.
Di kota yang lebih besar dengan kapasitas manusia yang padat membuat semunya menjadi tertutupi secara baik. Bagas kembali melanjutkan pendidikannya, sambil bekerja membantu mengangkat barang di pasar. Bagas berniat hidup bersih meninggalkan semua aktivitas terlarang yang mengakibatkan kakaknya meninggal. Bagas dengan cepat membaur bersama masyarakat dan teman barunya di daerah baru sambil terus memantau keberadaan saudaranya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
