Jalan Untuk Pulang
Darna atau Wulan menceritakan latar belakang keluarganya dengan detail kepada bu bidan dan berharap dapat membantunya menemukan mereka kembali. Situasi di kota mereka yang penuh ketidak pastian membuat semakin sulit menemukan orang lain. Kenyamanan dan keamanan menjadi sesuatu yang mahal, yang paling menderita rakyat biasa. Tempat-tempat pelayanan medis telah dibatasi sehingga banyak penduduk golongan bawah meninggal.
Pekerjaan sebagai bidan atau medis lainnya tidak akan mengakhiri kesulitan dan banyaknya pekerjaan mengakibatkan mereka kehabisan waktu untuk mencari atau hanya sekedar berbagi informasi. Semua orang melewati masa sulit dalam jangka waktu yang lama. Nenek juga tak cukup waktu memenuhi semua tuntutan yang diharapkan. Mereka masih kekurangan daya dan peluang untuk mempertemukan Wulan dengan ibu dan adiknya.
Wulan siang itu berjalan sendirian bersama payung berwarna ungu yang menjadi ciri khasnya, seperti biasa setiap hari Wulan membantu nenek belanja di pasar. Nenek yang sudah semakin tua mulai kesulitan melakukan aktivitasnya. Wulan yang telah terbiasa menangani pekerjaan dapur menggantikan banyak pekerjaan serupa guna meringankan orang-orang terdekatnya. Perlahan dunianya telah berubah menjadi lebih baik dengan harapan hidup yang meningkat.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
