Jalan Untuk Pulang
Mereka hanyut dalam kisah lama yang indah, saling berbagi kenangan masa kecil yang sederhana namun sulit untuk dilupakan. Bagas terus mengajak kakaknya bercerita untuk mengungkapkan penggalan kisah pahit yang telah dialaminya sehingga memberikan dampak yang tidak biasa pada perjalanan kehidupannya. Akan tetapi sulit bagi Darna menyampaikan detail peristiwa pahit itu kepada saudaranya, batinnya menolak dan berujung pada rasa duka yang dalam.
Kesedihan yang muncul ternyata di dengar oleh nenek yang telah selesai membantu mengobati orang-orang desa yang terlihat sangat sakit. Kemiskinan dan ekonomi yang melarat menyebabkan semuanya menjadi semakin sulit bagi orang miskin yang sakit untuk bertahan. Nenek yang baik hati melakukan banyak usaha untuk menyelamatkan mereka. Obat-obatan herbal cukup membantu sebahagian dari mereka untuk memperpanjang usia.
Bagas berdiri memberi tempat agar wanita tua yang dihormati karena telah membantu saudaranya dapat duduk. Kelelahan jelas tergambar di wajahnya yang telah berkeriput, hanya senyumannya masih terpapar indah menandakan jika dirinya puas dalam lelahnya. Mereka berbasa basi sekedarnya lalu nenek meminta izin untuk beristirahat sejenak sebab tubuh tuanya masih harus bekerja mengumpulkan daun, akar dan ranting tanaman untuk diolah menjadi obat besok pagi.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
