Jalan Untuk Pulang
Bangunan tua menyerupai gudang zaman penjajahan Belanda berdiri kokoh dengan empat pilar menjulang tinggi menopang bangunan tua itu. Semuanya terkagum-kagum menyaksikan bangunan yang akan menjadi tempat tinggal Darna sementara sampai melahirkan. Pagar besi yang tinggi dengan ujung-ujung runcing semakin membuat aman penghuni bangunan tua tersebut. Di pintu gerbang mereka disambut dua orang penjaga yang terlihat tangkas dan memegang senjata api.
Setelah melakukan pengecekan dan yakin mereka adalah tamu yang ditunggu-tunggu keduanya mempersilahkan mereka masuk. Kedatangan yang ditunggu dan disambut dengan baik oleh dua orang perempuan yang diluar dugaan. Bagas dan teman-temannya sangat kaget saat melihat siapa yang telah menunggu mereka dalam senyuman terindah. Nenek tabib dan bu bidan ternyata telah menunggu mereka dengan sabar dalam senyum yang tulus.
Bagas merasa puas dan aman, jelas kakaknya adalah bagian yang paling penting. Darna yang melihat orang-orang yang menunggu turun dari mobil dengan suka cita, berlarian berpelukkan secara bersama. Mereka larut dalam kerinduan yang dalam, semua orang akhirnya masuk ke dalam bangunan yang dari luar terlihat seperti gudang. Saat mereka masuk ke dalam gudang maka semuanya menjadi menakjubkan sebab isinya sangat mewah dan indah.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
