Jalan Untuk Pulang
Mata indah yang tajam setajam indera yang lain, meghitung langkah demi langkah yang terus mendekat. Rasa ingin tahu yang terus bergejolak dalam hati yang kelam dan pikiran jahat yang selalu ingin menoreh luka. Usia yang tak lagi muda membutakan mata hatinya akan kebenaran namun sekarang penyesalan dan rasa sakit diabaikan membuatnya ingin dekat kembali. Bayangan hitam itu telah menemukan pintu besi dengan ragu mengetuk dua kali lalu menggeser dengan mudah pintu itu terbuka.
Tubuh yang kekar berbalut mantel bulu berlapis, mata yang siap berjuang mempertahankan haknya. Detak jantungnya terdengar di tengah gelap dan sepinya lorong dibalik pintu besi tersebut. Dia sedang mencari, semua alat inderanya telah dikerahkan untuk mendeteksi segala kondisi yang berbahaya dan mencurigakan. Namun kali ini dia gagal menemukan keberadaan manusia atau makhluk hidup lain di balik pintu besi itu.
Kesal karena gagal membuktikan kecurigaanya, bayangan hitam itu memilih kembali dan menutup pintu besi. Namun sebelum dirinya berlalu suara lembut tangisan bayi dari jarak yang cukup dekat seakan memanggilnya kembali. Pintu kembali dibuka karena pikirannya kembali tertuju pada aroma kayu yang segar dan membuatnya melakukan sesuatu yang terlarang dan menyakiti. Gadis penjual kue keliling yang manis dan baik hati, dendangnya yang membuatnya rindu.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
