Jalan Untuk Pulang
Banyangan tinggi yang memakai jaket kulit memeriksa seluruh bagian bangunan dengan teliti akhirnya menemukan pintu besi. Bayangan itu berhenti di depan pintu besi berharap saudaranya telah mengirimkan kode rahasia yang dia butuhkan untuk membuka pintu tersebut yang masih berdiri kokoh di tempatnya seakan memanggil pertanyaan yang sempurna kepada orang-orang. Akan tetapi upayanya dilakukan menjadi sia-sia sebab yang dilakukan tidak benar.
Sementara sepasang mata masih mengawasi gerak gerik bayangan yang sedari tadi mengitari, mata yang teduh namun tajam memperhatikan dengan detail setiap gerakan yang menurut hatinya mencurigakan. Mereka semua berada dalam bahaya jika pintu itu terbuka dan orang-orang penting dalam usia lanjut akan dia biarkan menerima perlakuan kasar yang barangkali akan mengacuhkan segalanya. Mata yang indah dan tajam itu berinisiatif mengirimkan alarm.
Warga yang tak seberapa umumnya hanya anak, lansia atau wanita bergerak sigap dan tepat karena mereka telah disimulasi mengerjakan tindakan yang tepat tanpa merasa panik. Kepanikan oleh satu orang akan mempengaruhi yang lainnya bahkan akan berdampak buruk bagi keselamatan bagunan rahasia tersebut. Serentak lampu dipadamkan dan semua pintu masuk telah tertutup kemudian pemilik mataindah dan tajam menarik sebuah tuas.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
