Jalan Untuk Pulang
Darna menganyunkan tongkatnya dengan cepat dan tenaga full untuk menjatuhkan lawan dalam satu kali serangan. Penyeludup nampak kaget namun tak tinggal diam siap menghadang semua bahaya yang tak sepadan. Darna terus menyerang dengan taktik yang pernah diajarkan oleh Bagas kepadanya. Banyak sedikit perut yang buncit membuat keterbatasan pada gerakan dan kodisi tubuhnya yang cepat lelah. Untunglah saat semuanya hampir terlambat Bagas datang dan melayangkan pukulan langsung pada bagian yang mematikan. Akhirnya dunianya baru terasa terang saat penyusup kewalahan mengadapi empat anak-anak muda dengan ilmu bela diri yang luar biasa.
Bagas kelihatan tak sabaran membiarkan kakaknya kesulitan melayani segala untuk akhirnya nanti dia hendle dengan baik. Semua usaha mereka berjalan sesuai rencana dan tertata rapi, tujuannya agara segala yang mereka rencanakan dapat terlaksana sebagaimana mestinya. Meskipun terdengar menarik namun perlu sebuah proses. Kenapa prosesnya harus mendatangkan rasa sakit dan juga kesepian? entahlah batin gadis itu menjerit. Setiap malam berdoa mendapatkan kebenaran dan keluar dari masa lalu yang sangat menghantui. Penyusup itu memegangi perutnya yang terasa sangat sakit setelah ditendang oleh Bagas, saat akan membalas dia merasakan tubuhnya sedang tidak fokus, sehingga mereka memilih saty sinrak saja yang akan digunakan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
