Jalan Untuk Pulang
Jam dinding terus berdentang memberi tanda setiap waktu yang telah terlewati, setelah lima jam berlalu Bagas yang merasa tak puas hanya sekedar menunggu kabar baik. Saat kesabarannya mulai berkurang maka Bagas memutuskan masuk ke dalam kamar yang dihentikan oleh nenek tabib menyambutnya dengan bayi mungil dalam dekapannya. Kegembiraan yang penuh seketika meluap dan saat melihat malaikat kecil yang lucu.
Saat malaikat kecil semakin dekat Bagas menyadari sesuatu dalam pandangan sedih nenek tabib. Bagas mencoba mencari jawaban dalam tatapan bidan yang juga mambantu proses yang cukup lama dan melelahkan tersebut. Keduanya hanya mampu tertunduk lesu dan beranjak untuk meminta izin bersih-bersih. Bagas yang tak sabar memilih mengikuti nenek tabib untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang sedari tadi menggangu hatinya.
Saat perempuan tua itu menyelesaikan pekerjaannya membersihkan bayi sebelum menidurkannya dalam box kecilnya nenek tabib memanggil Bagas untuk membantunya mengazankan bayi tersebut menggantikan tugas seorang ayah. Bagas akhirnya menyampaikan kekhawatirannya kepada nenek dan bidan sebab dirinya tak mendengar bayi itu menangis. Pertanyaan yang dijawab dengan anggukan kedua perempuan yang telah membantu kakaknya tersebut membuat Bagas jatuh terduduk.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
