Jalan Untuk Pulang
Darna mengeluh, menyesali ketakutannya pada hujan yang kini membuat dirinya celaka. Gadis itu gemetar saat melihat dua pemuda penyelamatnya jatuh tak sadarkan diri ke tanah. Kengerian merasuk jiwanya yang bersih dalam hati terus mengucap doa dan menyebut nama ibunya memohon pertolongan. Kesempatan menyelamatkan diri terlihat kecil meskipun demikian dirinya tetap berjuang untuk meraih tempat teraman dengan sisa kesadaran dan tenaganya.
Namun apa daya semuanya menjadi sangat abu-abu kala dirinya menyadari perlawanan akan menjadi sia-sia saja. Dengan mudah dirinya kembali tertangkap dan kali ini dengan kasar penyerangnya telah menjambak rambutnya dan menyebabkan kerudungnya terlepas. Menariknya tanpa ampun, Darna masih merasakan kasarnya tanah yang berkerikil menembus kulitnya yang halus. Semtara penglihatannya semakin kabur meninggalkan kewarasannya.
Sejak saat itu batas kesadarannya sempat hilang dan Darna tak dapat menemukan keberadaan orang lain selain nenek tabib dan ibu bidan yang terus mensupportnya. Meskipun dirinya pinsan akan tetapi aroma khas laki-laki yang menyerangnya malam itu cukup dia kenal dan tak akan terlupakan. Sekarang bau itu kembali hadir di kamar atas tempat dirinya mempersiapkan kamar untuk malaikat kecilnya.Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
