Jalan Untuk Pulang
Darna menatap pemandangan di luar mobil, pohon-pohon yang awalnya berdiri kaku kini seolah berlari mengejarnya. Ada sepenggal rasa khawatir dari hati kecilnya saat bermain dengan pemandangan di luar yang baginya tampak aneh namun hangat. Barisan pohon dan rumah-rumah besar yang megah dan dibatasi tembok dan pagar listrik. Mereka melewati kompleks mewah milik para pejabat pusat dan para penjilatnya.
Mobil melaju dengan kecepatan konstan sebab Bagas tak ingin membahayakan kakaknya dan anak yang ada di dalam perutnya. Dirinya telah dititipkan pada perjalanan waktu yang misterius, semua berpihak kepadanya sebab dirinya hanya sebagai korban. Mobiil kembali mengurangi kecepatan saat mendekati pintu keluar yang kembali dijaga orang-orang penjilat yang mengumpulkan pundi-pundi uang demi kehidupan yang foya-foya.
Mereka selamat kali ini tapi entahlah pada posko berikutnya, Darna pasrah dirinya tidak memiliki kekuatan atau uang. Darna tak mampu memejamkan matanya agak lima menit saja dan terjaga sepanjang siang kemaren. Mobil kembali pada hutan mini yang rapat, namun pemukiman juga banyak sepanjang jalan rasa cemas Darna kembali menyusut meninggalkan pemukiman dan mereka akan memasuki kediaman Darna yang aman untuk sementara waktu.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
