Jalan Untuk Pulang
Semua yang terjadi layaknya kehidupan normal setiap harinya, mereka merasa ada banyak perubahan pada diri Darna dan calon bayinya. Tubuhnya tak terlalu kurus dan senyumnya kembali merekah, ada rona kehidupan dibola matanya dan gerakkannya teratur. Darna telah mulai menerima kondisinya dan tentunya terhadap malaikat kecil yang dia kandung. Perlahan-lahan pengalaman buruk dapat terlewatkan dengan baik dan psikologisnya juga membaik.
Jiwa keibuan mulai muncul dan rasa sedihnya beransur hilang digantikan rasa kasih sayang dan perjuangan untuk menerima malaikat kecil tersebut. Kesehatan yang makin mebaik menyebakan Darna dapat kembali aktif dalam semua aktivitas mengurus rumah dan usaha makanan yang tengah mereka bsngun telsh bsngkit kembali. Namun dibalik semua itu Bagas terus memantau dan berkabar secara medik terhadap serangkaian tes yang sudah mereka lakukan terhadap Darna.
Rumah mereka yang cukup luas disulap sekaligus menjadi tempat usaha yang sangat menjanjikan akan tetapi isi otak mereka masih dipenuhi kekuasaan dan uang terkadang mudah mendapatkan jabatan jika, mereka berlima sangat menikmatinya. Dan malam lahiran datang lebih cepat dari perkiraan kelima pemuda yang masih sibuk melayani tamu menjadi lupa pada keberadaan sang kaka yang sudah diambang melahirkan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
