Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Jalan Untuk Pulang

Jalan Untuk Pulang

Suara tangis yang terdengar tipis namun jelas dan bersih di telingannya, niatnya untuk keluar diurungkan demi mencari kebenarannya. Banyangan itu menutup pintu dengan pelan lalu membuka sendal kayunya yang agak bersik. Kemudian dengan bertelanjang kaki sosok itu menuju lorong yang paling barat, namun sebelumnya menemukan semacam tuas di sebelah kiri. Saat tuas tersebut ditarik ke bawah perlahan-lahan tabir itu membuka.

Setelah tuas ditarik maka tabir yang berwarna hitam bergeser, memperlihatkan kejahatannya terhadap hewan-hewan. Akan tetapi setelah diperhatikan dengan seksama banyak bangunan lain yang juga kokoh berdiri sesuai dengan ciri-ciri yang sangat dibutuhkan. Rumah mewah yang berdiri sejak sebelum penjajah menanamkan kakinya di tanah ini telah digunakan dari generasi ke generasi sebagai tempat para petinggi yang singgah di daerah tersebut.

Laki-laki itu mengamati setiap sudut lorong yang kembali terang oleh cahaya lampu yang telah disediakan kemudian memeriksa setiap sudut akan tetapi dia merasa gagal. Situasi yang sama dia rasakan saat ini begitu membuka pintu kembali pandangannya dan kakinya telah berkabar dengan semesta memberikan sinyal jika kedua kalinya hatinya akan kembali kecewa kepada naluri. Tepat mobil yang berisi lima orang pemuda mengalami batuk yang bersambung.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post