Jalan Untuk Pulang
Mereka memberikan koper hitam kepada satpam yang dibalas ucapan terima kasih dengan posisi badan membungkuk menandakan penghormatan. Kelima pemuda itu masuk ke dalam mobil pengganti yang telah datang dihadapan mereka. Mereka tidak terlalu memikirkan perihal datangnya mobil pengganti karena semua vasilitas telah dibayar dengan uang sekopor yang tadi mereka tinggalkan pada satpam. Bagas telah memprediksi kondisi terburuk yang kelak akan mereka hadapi.
Mobil bergerak dengan cepat menunggu pintu pagar terbuka sesaat setelahnya mereka hanya menyisakan asap. Pintu pagar kembali tertutup dan kedua orang satpam telah kembali ke posko mereka, mengatur posisi semula dan dari dalam datang mobil derek yang membawa mobil rusak tersebut ke belakang untuk diperbaiki. Suasana bangunan yang menyerupai gudang itu telah kembali tenang dan normal seperti tak terjadi apa-apa.
Sementara mereka bergerak dengan cepat untuk menghindari markas mereka akan terlacak ternyata sudah terlambat. Gelapnya malam menjadi celah bagi bayangan hitam menyembunyikan keberadaannya. Semilir angin yang cukup kencang perlahan-lahan menjatuhkan kedua satpam tadi. Dan dalam beberapa lama bayangan tersebut bergerak mendekati pagar dan pos keamanan yang diguga telah menyiakan berbagai rencana dan berikut solusinya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
