Jalan Untuk Pulang
Waktu berlalu dengan ritmenya sendiri, dalam kepastian dan tak mampu dibatasi oleh keinginan manusia. Detik demi detik berlalu dan semuanya menoreh kepastian yang disebut takdir, suara angin bertiup menghapus keinginan orang-orang yang hadir di dalam ruangan itu untuk memohon keselamatan dan semoga tersampaikan. Mereka hanya bisa menunggu dan berdoa akan semua kebaikan dan keajaiban dan itu belum terjadi.
Darna terus berjuang dan dalam setiap langkah perjuangannya dia menemukan sesuatu yang disebut penglihatan dari masa lalu. Semua memori yang pernah tersimpan selayaknya film pendek akhirnya kembali tayang memenuhi otaknya. Masa kecil hingga masa kelam disaat dunianya runtuh dan Darna hancur dalam diamnya. Nenek dan bidan muda terus memberikan semangat dengan harapan Darna akan melewatinya secara alamiah.
Mereka terus menyeka keringat yang membasahi kening dan jatuh ke pipi, doa belum terkabul karena sang ibu yang kelelahan harus berhenti. Aktivitas ke dua perempuan yang sekarang dijadikan tumpuan tampak sangat sibuk. Mereka berdua bergantian keluar masuk kamar dan mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan. Namun kerja itu menjadi ringan saat pemuda-pemuda yang berdoa di luar kamar telah mengatur kebutuhan kedua perempuan itu di atas meja dengan cekatan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
