Jalan Untuk Pulang
Darna menyematkan senyum terindahnya dalam rencana masa depan anaknya yang mulai kelihatan jelas. Darna mengucap syukur atas segalanya, kepulangannya akan berjalan lancar dan kedatangan ayah anaknya adalah pertanda semuanya akan baik-baik saja. Setelah melihat kunang-kunang di halaman dan rasa kasih yang begitu besar dari laki-laki itu dirinya sedikit lega. Darna mengirimkan kode kepada nenek tabib yang sedari tadi telah siap sedia untuk membantu.
Nenek yang baik hati tersebut menyerahkan selembar kertas dan sebuah amplop berwarna pich lembut. Darna yang menerimanya tanpa membuang waktu mulai menggoreskan kata demi kata yang tertaut dalam tulisan tangan yang indah. Semua mengalir seperti air, kisah tentang masa kecil dan masa sekarang hadir teratur tanpa saling ingin mendahului. Darna sadar dirinya hampir kehabisan waktu, tulisan tangannya tak mulus sebab ada beban yang terselip di sana.
Setelah selesai mengungkapkan segala isi hatinya Darna menyerahkan lembar kertas danamplopnya kepada nenek tabib. Surat yang di tulis Darna segera dia simpan bersama surat-surat lain ke dalam tas rajutnya, nanti jika telah tiba saatnya maka surat-surat itu akan dia berikan kepada anak laki-laki Darna yang barangkali tak sempat memeluk ibunya. Mereka semua yang ada pada ruangan tersebut hanya mampu menyeka air mata.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
