Jalan Untuk Pulang
Perjalan panjang yang dirasakan semakin mencapai ujungnya, dan pesan yang ingin diberikan diharapkan tersampaikan oleh gemgaman tangan. Darna tersenyum sedikit, mata yang berbicara menggoreskan luka dan harapan. Darna mengarahkan pandangan matanya kearah bayi mungil yang sejak tadi menatap kearah mereka. Pandangan mata yang seolah-olah memanggil dan mengharapkan perdamaian pada kedua pihak yang sejak lama menyimpan harapan sekaligus dendam.
Darna memegang pinggir tempat tidurnya dengan kuat, menggunakan kekuatan doa hanya doa dan melupakan dendam. Hatinya telah melupakan semua sakit dan dendam, hanya ke pasrahan karena ada makhluk murni yang akan dititipkan. Buah hati yang memerlukan tempat bernaung dan berlindung, Darna menyadari waktunya hampir tiba. Perempuan muda itu mengangguk setuju saat laki-laki itu berjalan mendekati bayi munggil yang tidur di samping ibunya.
Laki-laki itu dengan mantap mendekati bayi mungil yang terus menatapnya dengan tajam, hatinya bergetar hangat saat melihatnya. Dengan cepat mengambil dan mendekapnya dalam kehangatan dan cinta kasih, hatinya hancur. Tubuh malaikat kecil tersebut merespon seakan-akan tahu dirinya akan segera berpisah dengan sang ibu. Uluran tangan dari sang ayah seolah-olah akan menjadi pengganti membuat hatinya tenang dan hangat kembali, seperti mendapatkan penerangan ditengah kegelapan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
