Jalan Untuk Pulang
Mereka berbasa basi tentang hal-hal kecil di masa lalu dan menuju saat ini perihal tujuan kedatangan laki-laki berbadan kekar dan ternyata adalah anak penguasa negeri. Nenek tabib mendengarkan semua penuturannya dengan baik, mencatat dalam hatinya setiap perkataan yang terlontar dair mulut laki-laki tersebut. Tanpa sengaja nenek bertanya perihal kejadian malam itu yang membawa duka bagi Darna dan malah menggangu kondisinya.
Awalnya dalam keheningan yang sangat lama nenek tabib merasa muak, hatinya merasa di cabik-cabik sebab keheningan itu adalah jawabannya. Dia mengakui segala kesalahan yang memang terlambat, semua berdampak kepada Darna dan bayinya. Negara bagian tempat mereka sekarang berada sangat jauh dari kata aman dan sehat. Kesehatan sangat langka malah penduduk rela meninggalkan semua aset mereka di daerah ini sebab kurangnya medis.
Darna telah melalui fase kritis namun dia tak kunjung sembuh, ada kerusakan pada syaraf yang berdampak kepada motoriknya. Perempuan muda itu akan melalui hari-hari yang lemah dan terpuruk jika tak ada tangan yang mampu membawanya keluar dari daerah yang sarana kesehatan dan sanitasi yang minim. Laki-laki itu mendengarkan dan sekali-kali mengangguk dan menelan air ludahnya. Dia sangat menyesal telah menyakiti perempuan setegar Darna.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
