Jalan Untuk Pulang
Semilir angin mengalir membuat suasana terasa nyaman dan tenang, demikian pula halnya dengan hati yang teguh pada kesetian. Suasana jalan berbatu kecil dan besar lalu semilir angin yang selalu bernyanyi mengantarkan berita kehilangan yang akan menjemput. Semua orang sadar jika mereka tak mampu melepaskan dan melupakan hal-hal yang dianggap tabu. Pada cerita turun temurun yang berlaku di tempat tersebut.
Bahwa segala yang bernyawa dalam kondisi sakit akan sembuh setelah berjalan diantara dua tebing yang puncaknya menjulang seolah membelah langit. Semua terpaku dan tergoda, dari hati yang selalu berharap ternyata sosok yang dia cari kini berda di depan mata. Dadanya bergetar hebat, gemuruh tentang sebuah rasa rindu, dilapisi permohonan. Laki-laki itu hanya terdiam saat matanya menangkap rumah kayu yang berdiri dengan tonggak-tonggak.
Informasi tentang keberadaan perempuan yang dia rindukan mengarah ke bangunan tinggi yang berada di depan matanya kini. Dia telah berkelana dari bagian perdesaan hingga kota yang ada hanya kekecewaan sosok yang penting dalam sejarah hidupnya telah ditemukan. Berita terburuknya adalah perempuan itu sakit, menunggu kehadirannya untuk menitip pesan. Pesan menjaga putra mereka yang masih sangat muda untuk ditinggalkan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
