Jalan Untuk Pulang
Darna mengulurkan tangan kanannya dengan sisa-sisa energi yang dimilikinya, sementara hati yang ragu mencoba menarik kembali keinginan yang tadi sempat terbesit dalam angan. Darna menelan ludahnya saat laki-laki yang pernah dilihatnya di sudut bayang masa lampau. Perlahan ingatannya kembali menyeruak pada kenangan masa lalu yang membawa luka. Darna membuangnya, tentang semua kenangan buruk yang menyakitkan ingin dirinya kubur.
Saat ini yang dibutuhkan oleh anaknya adalah kehadiran seorang ayah sebagai pelindung dan pohon bersandar. Darna hanya ingin kepergiannya tidak meninggalkan beban luka bagi anaknya dimasa kini dan masa yang akan datang. Air matanya tak terbendung jika mengingat hal tersebut, terbayang terus wajah lucu tanpa dosa putranya yang semata wayang. Air mata seorang ibu yang tak punya harapan panjang, lelah dan tak berdaya.
Tangan Darna yang dingin bukan karena perut yang tak terisi ataupun penyakit yang menggerogoti. Namun tangan itu dingin karena kesedihan dan keputusasaan. Laki-laki itu menggenggam erat dan terus mencoba menghangatkan. Kemudian menggosok-gosokan guna berbagi kehangatan, dia hanya ingiin berusaha dan berjuang meskipun dia tahu semua itu tak akan membawa pengaruh yang berarti. Darna mencoba tersenyum dan dalam lelahnya berguman.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
