Jalan Untuk Pulang
Bagas mengatur dan mempersiapkan segalanya dengan baik agar perjalanan kembalinya kali ini lebih rahasia dan aman. Dalam keheningan malam nenek tabib menemui Bagas yang sedang duduk di teras berbicara tentang beragam topik dengan salah seorang warga pengasingan yang telah sepuh. Beliau dahulunya bekerja sebagai mata-mata kaum terkuat yang beberapa dekade memimpin daerah mereka dengan baik. Namun saat segalanya bergejolak dirinya tak mempunyai kemampuan untuk mengerjakan aksi penuh tantangan tersebut.
Bagas kembali menitipkan keselamatan kakaknya kepada nenek tabib dan juga bu bidan yang baik hati. Bagas sangat hati-hati dalam menetapkan segalanya, dirinya tak dapat berkunjung setiap waktu sebab banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan alasan keselamatnnya. Bagas meminta izin untuk kembali ke mobil, dan kembali setelah dua menit setelahnya. Pemuda tersebut membawa sebuah tas koper berwarna hitam.
Bagas menyerahkan tasnya kepada nenek tabib dan mengatakan juumlahnya, sebuah dokumen diserahkan berupa surat pernyataan kelahiran. Surat kelahiran tersebut akan membantu mereka dalam situasi yang sulit dan mendesak. Jika seseorang yang mengikuti mereka sebelumnya datang kembali, ada baiknya untuk memberikan salinan surat kelahiran tersebut. Bagas menyampaikan ciri-ciri orang yang dimaksud sebagai ayah dari anak kakaknya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
