Jalan Untuk Pulang
Bagas merasakan kekhawatiran yang begitu mendalam dalam hati kakaknya, dengan pasti Bagas menggenggam tanggannya untuk memberikan kehangatan. Darna tersenyum untuk pertama kalinya dalam hatinya menjalar kehangatan yang sebelumnya selalu mereka rasakan dalam rumah yang sederhana. Meskipun kondisi kesehatan Darna yang menurun, Bagas tetap ingin membawanya pulang ke rumah untuk merasakan kembali kehangatan rumah.
Saat mereka terhanyut dalam kerinduan akan masa lalu, nenek tabib masuk diiringi oleh bu bidan dengan baki ditangannya yang berisi dua gelas. Gelas pertama berisi obat herba dan gelas kedua berisi vitamin untuk menguatkan ibu muda tersebut. Setelah membantu kakaknya meminum keduanya, Bagas meminta Darna kembali tidur. Bagas meninggalkan kamar Darna bersama nenek tabib dan bidan, mereka memilih ke luar pondok agar lebih leluasa berbicara.
Mereka memilih duduk dibawah pepohonan muda yang rindang dibagian selatan pondok tempat Darna beristirahat. Wajah nenek tabib dan bu bidan terlihat sangat lelah, hal pertama yang ditanyakan oleh Bagas terhadap apa yang terjadi sebelumnya sehingga mereka terlihat begitu stres. Akhirnya mereka menceritakan malam panjang yang mereka alami saat kedatangan tamu yang mencari sesuatu. Kejadian tepat sesaat setelah Bagas dan teman-temannya pergi malam itu.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
