Jalan Untuk Pulang
Laki-laki itu terlihat sendirian, namun sebenarnya tidak karena banyak pelindung yang mengelilinginya dengan patuh menjaga jarak agar tak menakuti orang-orang itu. Semua menjadi jelas saat dirinya akan melangkah masuk ke halaman rumah panggung yang diapit dua tebing yang terjal. Satu-satunya akses hanya celah pada tebing dan disana dirinya melihat dua orang penjaga pribadi yang telah bersiap dengan senjata api.
Sejenak dia tertegun dengan memperkirakan kekuatan lawan dan pos-pos penjaga mereka. Hal yang ingin dilakukan hanya bertemu dan memeluk anaknya. Perasaanya kacau dan ragu, ragu akan penerimaan mereka akan kehadirannya kini. Takut karena dia telah melakukan hal jahat kepada Darna sehingga gadis itu harus menderita. Dia juga sudah mendengar kondisi Darna dan hatinya yang selayaknya sangat lembut menjadi sedih dan terluka.
Laki-laki itu hanya dapat mengulang penyesalan demi penyesalan, dia telah berbuat tak adil akan masa depan seorang gadis yang mengakibatkan gadis tersebut tidak saja terhina namun juga harus bertaruh nyawa bagi keinginannya yang jahat. Kekuasaan membutakan nurani yang sessat menyesatkan hati manusia. Sudah beberapa menit menunggu di pagar perlahan pesan nasehat ibu tercinta mengajaknya masuk melihat malaikat kecil mereka.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
