Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Jalan Untuk Pulang

Jalan Untuk Pulang

Kehangatan yang perlahan-lahan hilang, berganti siluet senja yang menanyangkan warna jingga berpedar keseluruh ruangan. Suasana yang tadi begitu kaku menjadi beransur cair, semua orang merasakan kehangatan cinta kasih yang sesungguhnya. Mereka juga mempelajari arti memaafkan yang hakiki tanpa syarat dan tanpa paksaan atau intimidasi. Mereka saling berpelukan dan berbagi kata maaf yang tulus, sebab semuanya adalah saudara.

Malam itu laki-laki yang tak lain adalah putra sang penguasa yang tak sengaja terlibat dengan aksi kejahatan dimana dirinya menyamar menjadi orang lain untuk menguangkapkan gerakan pemberontak yang berjuang dibelakang ayahnya. Mereka merusak, membunuh dan menghancurkan daerah-daerah yang lemah atau terlalu sulit terpantau oleh pemerintah. Orang-orang yang kejam ini mengatas namakan pemerintah sehingga memancing rasa benci masyarakat.

Waktu malam yang kejam tersebut Darna yang malang berada pada tempat dan waktu yang tak baik. Seseorang telah memberikan informasi palsu sehingga dirinya dicurigai menyembunyikan senjata dan memberikan perlindungan di rumahnya terhadap pemberontak. Bahkan orang tuanya dicurigai sebagai pemimpin kekuasaan pemberontak di sana. Malam itu dirinya diikuti dan dicelakai dengan tujuan membuat jera dengan effek mental yang tak dapat dilupakan.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post