Perkampungan Rahasia
Pagi itu semua berjalan lambat, dan burung-burung mengurangi suaranya dengan manis angin semilir menolak kehangatan. Lady Marry masih sibuk dengan benang-benang yang tersusun dalam keranjang rotannya. Wanita itu dengan elegan merajut benang-benang dengan pola-pola unik dan rapi, sesekali hatinya hangat dan nafasnya secara teratur mengalir. Suara indahnya menyanyikan lagu-lagu alam yang berderet dan melegakan.
Seorang pelayang wanita masuk ruangan dengan tangkas, membawakan secangkir teh panas yang uapnya masih mengepul. Aroma daun teh yang segar memenuhi ruangan, sepiring biskuit Perancis yang lezat bermotif bunga dengan taburan gula pasir semakin menggugah selera. Si Oren kucing berbulu lebat melompat ke atas pangkuan Lady Marry yang menyambutnya dengan tawa renyahnya. Pelayan wanita itu minta izin berlalu dengan cepat begitu ujung celemeknya tersangkut sesuatu.
Lady Marry menoleh sesaat menurunkan pandangannya, dan saat muncul wajah manis yang imut-imut itu membuatnya tersenyum lebar. Sebuah lambaian dan seuntai senyuman yang indah menyebabkan bayangan mungil itu keluar dari balik rok dan celemek tua. Kanak-kanak itu tampak malu-malu menunjukkan maksud hatinya yang jujur. Pandangan mata yang dengan jujur tertuju pada piring dan biskuitnya, Lady Marry dengan anggun berdiri, meraih piring biskuit dan berjalan ke arah kanak-kanak yang kembali bersembunyi di balik celemek ibunya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
