Perkampungan Rahasia
Matahari bersinar setengahnya dan terasa hangat dan indah, bagi semua orang siang itu menjadi sangat tegang. Suasana di gang kecil, Bougenville Street menjadi tegang akibat jeritan seorang nenek pejalan kaki yang kaget melihat sesuatu jatuh dari lantai enam. Deretan bangunan seperti apartemen dengan gaya klasik dan bersih menunjukkan strata sosial penghuninya. Beberapa orang membeli apatemen tersebut untuk menimbun kekayaan, namun yang lain menggunakan sebagai anggunan.
Lady Marry berjalan dengan anggun, dagu yang diangkat dan topi besarnya yang terus berkibar menutupi sebagian wajahnya. Dia masih perawan dan terlihat jauh sangat muda dari usia yang seharusnya diatas catatan kantor catatan sipil. Gerak geriknya masih luwes dan kharismanya menutup kemungkinan bagi orang lain menuduhnya berbohong. Wanita itu terlihat shock dan sangat tertekan dengan apa yang barusan dilihatnya.
Lady Marry tahu banyak orang yang akan menggantikan dirinya dalam kepewarisan gedung tempat sesuatu itu terlihat seperti melompat dengan gaun santin berwarna merah darah. Marry memberanikan diri berharap terlalu jauh padahal dirinya paham kenapa itu menjadi sesautu yang sulit terkabulkan. Marry melepaskan mantel bulunya, hawa yang dingin menyeruak masuk ke dalam tubuhnya menjalar mengikuti aliran darah.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
