Pemukiman Rahasia
Lady Marry berjalan dengan anggun menuruni tangga di teras rumah kayu yang menjadi kediamannya kini. Bunyi papan yang terinjak menandakan usia tua terdengar samar, namun seakan hilang oleh alunan musik yang lembut dan suara bisik kekaguman dari orang-orang. Semua mata tertuju kepadanya seolah ingin berkata dirinya adalah wanita tercantik malam itu. Lady Marry tetap memasang wajah tanpa ekspresi seperti keahliannya.
John segera menghampiri dengan langkah kaki yang tegap dan sikap terbuka yang bersahabat, dia cukup mengenal karakter Marry yang sudah sering dibicarakan bersama temannya. Robert tak banyak mengeluh dengan karakter saudara sepupunya, karena menurutnya karakter itu terbentuk dari sikap keluarganya yang tak pernah memprhatikan Marry dengan baik. Marry pribadi yang angkuh dan sangat tertutup namun ada sisi positif yang dimilikinya yang menurut John akan menjadikan mereka dekat.
Setelah John mengucapkan beberapa kata penerimaan dan penghormatan kepada Marry, dan Marry juga menyambutnya dengan ucapan terima kasih. Marry senang karena kehadirannya di perkampungan itu akan mengubah corak perkampungan. Marry juga menyampaikan jika dirinya telah memiliki sepertiga dari daerah itu sebagaimana yang diberikan Robert kepadanga sehingga menepatkan dirinya sekaligus sebagai penguasa baru di perkampungan itu.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
