Perkampungan Rahasia
Marry membuka matanya dan seluruh tubuhnya terasa sakit, dia mengeluh namun suaranya tak terdengar bahkan oleh dirinya sendiri. Semua menjadi samar, bahkan benda-benda yang terdapat pada ruangan tersebut juga samar. Marry merasakan denyutan pada kepalanya dan usahanya untuk bangkit dari tempat tidur sepertinya bukan sebuah ide yang baik, Tubuhnya kembali terhuyung ke belakang dan tergeletak kembali di tempat tidur.
Kepalanya masih terlilit kain sutra tipis dan bau ramuan tanaman sangat jelas memenuhi ruangan tersebut. Bukan balai pengobatan atau rumah seorang tabib, sebab ruangan tempat dirinya berada saat ini merupakan sebuah kamar yang luas dengan perabotan ukiran jati yang elegan. Kamar seorang bangsawan setidaknya saudagar kaya yang menjadi penduduk asli daerah sekitar mereka terlempar oleh amukan badai pasir yang sangat ganas.
Marry memilih pasrah dengan rebah kembali di ranjang yang sangat besar, dengan kasur yang besar dan bad cover yang di pasangkan senada. Ranjang itu memiliki empat tiang penyangga yang dipakai untuk memasang kelambu berwarna putih bersih dan wangi bunga mawar menyebabkan dirinya sedikit tenang. Namun saat akan meluruskan badannya, Marry terpekik akibat sakit yang teramat pada tulang belakangnya. Jeritan kesakitan itu akhirnya mengundang seseorang datang.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
