Perkampungan Rahasia
Robert mengakhiri sesi kunjungannya dengan memberikan kecupan kecil di dahi kakaknya, membisikkan sedikit ucapan terima kasih dan saran agar kakanya lebih banyak tersenyum. Robert memanggil kepala pelayan lalu meminta mengumpulkan seluruh pelayan yang ada di ruang tengah. Maka mereka dengan hati yang berdebar-debar menanyakan alasan pengumpulan mereka. Namun senyum lebar di wajah Robert menunjukkan keseriusannya.
Ada sebanyak lima puluh orang lebih berkumpul di ruang tengah, Lady Marry yang menyaksikan ikut khawatir dengan kebaikan hati adiknya. Robert tak ragu menghabiskan banyak uang untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Dugaan Marry benar sebab akhirnya semua pelayan mendapatkan sembako yang cukup untuk mereka konsumsi dalam satu bulan kedepan. Hal yang ternyata tak menyenangkan bagi Marry sehingga perempuan itu hanya tersenyum kecut.
Robert memahami kondisi kakak sepupunya lalu mengangkat tangan memanggil ajudannya untuk menyerahkan sebuah gulungan kertas. Marry yang menerima kaget, hatinya gembira jika hal tersebut terkait dengan wilayah kekuasaan yang membuatnya akan semakin kaya dan berkuasa. Tanpa dia sadari semua yang ada dalam pikirannya menjadi bahan bagi Robert untuk bertindak memberikan sedikit makna memberi dan ketenangan kepada saudarinya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
