Perkampungan Rahasia
Mereka hanya tertegun, berpikir dengan otak lalu motoriknya merespon mereka harus mundur. Mundur bukan karena takut namun itu adalah salah satu langkah terbaik untuk menyusun strategi berikutnya dalam rangka menaklukan lawan. Pimpinan kelompok tampak memberikan isyarat lalu dalam hitungan deti seluruh anggotanya yang berjumlah lebih kurang dua puluh lima itu untuk mundur. Mereka memang menang akan jumlah namun keterampilan bela diri masih minim.
Sebelum pergi pemimpin kelompok melirik kepada wanita anggun yang mencoba menutupi identitas aslinya itu namun gagal meniru karakter orang melarat yang harusnya dimiliki. Cover yang diupayakan sama dengan milik para pelayan dan rakyat jelata hanya berhasil mengelabui mata orang-orang bodoh saja, bukan pimpinan rampok seperti dirinya. Saat mata mereka bertemu pimpinan rampok itu menyadari jika wanita itu bukan sembarang orang.
Hari yang panjang akan dilalui saat pemimpin kelompok memberi tanda jika mereka akan segera pergi. Jika kekuatan yang berbalut strategi dari mereka bisa dibentuk secepatnya dia akan kembali bukan dengan jumlah yang lebih banyak akan tetapi dengan kemampuan yang lebih baik. Setelah para rampok meninggalkan mereka Lady Marry telah kehilangan selera makannya, dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kembali.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
