Perkampungan Rahasia
Semua yang dikhawatirkan oleh Marry bukan tak beralasan, tingginya aktivitas para pria yang bergerak seperti robot dari pagi hingga senja. Marry memperhatikan mereka dari balik jendela kamarnya yang memang menjadi menara pemantau bagi kegiatan di sekitarnya. Marry tidak pernah terlihat sengaja memantau, dengan secangkir teh panas dan sepiring biskuit kaleng menemani duduknya setiap pagi dan sore di balkon kamarnya yang berada di lantai dua.
Marry tidak ingin mengambil resiko jika harus berlama-lama tenggelam pada dunia intip-intipnya, karena dia tahu ada sepasang mata tajam miliki John yang juga mengawasinya dari bagian barat. Bagian barat rumahnya adalah kediaman John yang hanya satu lantai akan tetapi posisi kamar Marry dan John diatur sedemikian rupa sehingga setiap gerakan aneh dari Marry akan terpantau oleh John. John bukan orang bodoh ataupun lugu, jelas dirinya mengetahui Marry mulai mencurigai aktivitas mereka.
Seperti sore itu Marry yang sedang menikmati teh panasnya yang terus mengepul, berpura-pura membersihkan remah biskuit dari pakaiannya sesekali berdiri melayangkan pandangannya ke arah barat atau kediaman John. Bangunan itu menurutnya terlalu luas untuk dikatakan sebagai sebuah rumah, padahal di rumah itu hanya ada lima kamar tidur namun terlihat seluruh dindingnya telah mencapai hampir dua hektar, Marry penasaran dan dirinya memutuskan untuk menyelidiki apa yang mereka sembunyikan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
