Perkampungan Rahasia
Setelah perjalanan yang melelahkan menguras energi dan menghabiskan masa, rombongan sampai di padang pasir. Sejauh mata memandang yang mereka lihat hanya hamparan pasir yang terbentang seolah-olah akan melenyapkan mereka. Marry menyingkap kain yang menutupi jendela, memberi kode kepada kepala pelayan. Kepala pelayan mendekat meskipun langhkah kakinya seperti diseret, dia lelah secara fisik dan mental. Perjalanan panjang dirasakan tidak sesuai dengan usianya yang mulai lanjut.
Marry mendengarkan semua saran kepala pelayan dengan instruksi pengawal pribadi yang telah dahulu meninjau padang pasir itu. Namun saat api dinyalakan dari kejauhan mereka melihat hal yang mengerikan akan menimpa mereka. Gulungan pasir yang semakin meninggi dan seolah-olah akan menelan semuanya, sekan ingin membelah langit angin yang menggulung pasir-pasir tersebut menerjang kencang dan menelan segalanya.
Rombongan yang panik menjadi terpecah, banyak dari mereka berlarian mencari tempat atau benda yang bisa menahan tubuh mereka dari badai pasir. Sejenak mereka lupa jika ada majikan mereka yang terkurung dalam kereta, kuda-kuda yang membawa kereta telah terlebih dahulu panik dan memilih kabur meninggalkan kereta dan kusir yang jelas-jelas tak sanggup menahan kencamgnya badai. Sementara Marry yang terhempas dalam kereta pinsan karena kereta itu terbalik ditinggal kudanya.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
