Pemukiman Rahasia
Malam itu rumah sebelah terlihat terang benerang dengan suara gelak tawa yang riuh bahkan suaranya menembuslangit-langit kamar Marry. Marry hanya diam menatap langit-langit kamarnya, penantian yang menurutnya sangat lama. Akhirnya setelah lelah berhitung, Marry tertidur dan tak lupa perempuan cantik itu menyalakan lilin. Dia akan tidur namun harus membuktikan nanti malam agar warga tahu yang mereka adalah kriminalitas.
Setengah tidur Marry terbangun saat jam besar di dinding kamarnya berdetak dua belas dan keributan di depan masih berlangsung. Marry ingin marah namun dia menolak membantah demi kelancaran teorinya, dan perempuan bangsawan itu mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa yang diagunakan. Marry mengecek jumlah orang yang hadir di rumah tersebut lewat jendela kamarnya. Matanya benar-benar telah dia tajamkan.
Marry juga telah menghitung personel pengamanan yang terus memantau perjalanan serta aktivitas warga. Mereka seperti robot yang terus memantau tak ada sudut yang lepas dari mereka, Marry menuruni anak tangga dengan hati-hati, lalu menutup pintu kamar dalam diam. Suasa terasa sepi dan hanya bunyi nafasnya saja yang terus memenuhi ruangan. Marry bergegas menuju pintu belakang dengan gerakkan lincah menyeberang menuju rumah seberang.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
